Empat Kompetensi Yang Dibutuhkan Pendidik IT

Empat Kompetensi Yang Dibutuhkan Pendidik IT

Empat Kompetensi Yang Dibutuhkan Pendidik IT

Hanya untuk memberi nasehat kepada sesama pendidik bangsa, karena fakta bahwa sebagian besar pendidik sudah belajar tentang 4 kriteria keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang instruktur. Terlebih ketika sekatang ini hampir separuh dari berbagai guru di Indonesia saat ini memiliki sertifikat akreditasi. Ini berarti mereka benar-benar telah selesai sebagai guru spesialis dalam bidang Bandar Taruhan Bola Agen Bola Situs Judi Bola, tentu saja empat kompetensi pendidik harus selalu dicapai dalam kegiatan sehari-hari mereka dalam melaksanakan tugas Empat Kompetensi Yang Dibutuhkan Pendidik IT.

Inning sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa kemahiran adalah seperangkat keahlian, kemampuan, serta perilaku yang harus dimiliki, dialami, dan juga digenggam oleh guru atau dosen di melakukan tugas spesialis. Sesuai dengan Finch & Crunkilton, (1992: 220) menyatakan “Kompetensi adalah orang-orang taks, keterampilan, perspektif, nilai, dan juga pengakuan yang dianggap penting untuk pekerjaan yang sukses”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kapabilitas terdiri dari tugas, keterampilan, perspektif, nilai, dan rasa syukur yang diberikan dalam kerangka kesuksesan hidup / pendapatan. Dapat diartikan bahwa keterampilan adalah kombinasi dari pemahaman, kemampuan, dan juga aplikasi dalam melaksanakan pekerjaan di bidang pekerjaan.

Keterampilan guru terkait dengan otoritas untuk melaksanakan kewajiban mereka, dalam situasi ini digunakan bidang studi sebagai produk pemahaman yang bertindak sebagai alat akademis, serta kemampuan pedagogis yang berkaitan dengan fitur pendidik dalam mengamati siswa kebiasaan (Djohar, 2006: 130).

Empat Kompetensi Yang Dibutuhkan Pendidik IT

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kecakapan instruktur merupakan hasil dari konsolidasi kemampuan dari beberapa macam, dapat berupa seperangkat pengertian, keterampilan, dan kebiasaan yang harus dimiliki, dialami, dan dipahami oleh instruktur dalam melaksanakan tugas spesialis mereka. Menurut Suparlan (2008: 93) dimasukkan bahwa kriteria kompetensi guru dibagi menjadi 3 elemen yang saling terkait, khususnya pemantauan pembelajaran, pertumbuhan profesional, serta kecakapan skolastik.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan juga Kompetensi Guru, adapun berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh guru terdiri dari: pedagogik, karakter, spesialis dan sosial kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan profesional. Ke-4 kemahiran dimasukkan dalam efisiensi pendidik.

1) Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman pendidik untuk peserta didik, gaya dan juga pelaksanaan pembelajaran, penilaian untuk mengetahui hasil akhir, serta pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi diterjemahkan langsung ke indikator penting berikut;

Memahami siswa yang komprehensif memiliki indikator penting: mengenali siswa dengan memanfaatkan konsep pengembangan kognitif; mengenali peserta didik dengan menggunakan konsep individualitas; serta mengenali pengetahuan pertama dari pembelajar Empat Kompetensi Yang Dibutuhkan Pendidik IT.

Menciptakan pelajaran, termasuk memahami struktur instruksional untuk menemukan tujuan memiliki indikasi penting: pemahaman atas struktur akademik; menggunakan pembelajaran serta mencari tahu teori; menentukan strategi mencari berdasarkan fitur peserta didik, kompetensi yang harus dicapai, serta bahan ajar; selain merumuskan strategi penemuan berdasarkan teknik yang dipilih.

Melakukan pembelajaran memiliki tanda-tanda penting: membangun pengaturan pembelajaran (pengaturan); dan melakukan pemahaman yang bermanfaat.
Merancang dan melaksanakan penemuan penilaian memiliki tanda-tanda vital: membuat dan juga melaksanakan analisis prosedur secara terus-menerus dan juga menemukan hasil dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses serta mencari tahu hasil untuk mengidentifikasi tingkat penguasaan pengetahuan; serta memanfaatkan hasil evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas program pembelajaran dasar.

Membentuk peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai kapasitas mereka, memiliki indikasi penting: membantu pembelajar untuk kemajuan berbagai kapasitas akademis; dan membantu siswa untuk menciptakan banyak kapasitas non-akademik Empat Kompetensi Yang Dibutuhkan Pendidik IT.

2) Kompetensi Kepribadian

Kemahiran karakter adalah kapasitas individu yang menunjukkan karakter yang konstan, stabil, dewasa, cerdas, dan berwibawa, contoh yang baik bagi siswa, serta kepribadian yang terhormat. Secara menyeluruh subkelanggan dapat disebut sesuai dengan:

Karakter yang konstan dan mantap memiliki tanda yang diperlukan: bertindak sesuai dengan norma yang sah; bertindak sesuai dengan norma sosial; dihormati sebagai guru; dan memiliki keseragaman dalam bertindak berdasarkan standar.
Karakter yang tumbuh dewasa memiliki indikator penting: mengungkapkan kebebasan dalam bekerja sebagai pendidik dan memiliki etika kerja sebagai pendidik.
Individualitas yang masuk akal memiliki indikator penting: menunjukkan tindakan berdasarkan keuntungan dari peserta didik, institusi, dan juga lingkungan dan juga mengungkapkan visibilitas dalam mengasumsikan dan bertindak.
Individualitas yang dapat diandalkan memiliki indikator penting: memiliki perilaku yang memiliki hasil positif pada siswa dan memiliki perilaku yang dihormati.
Kepribadian mulia dan juga mulia dapat menjadi indikasi yang diperlukan: bertindak berdasarkan norma-norma spiritual (iman dan juga kekudusan, tulus, tulus, berharga), dan juga memiliki perilaku teladan siswa.

3) Kompetensi Sosial

Kemampuan sosial adalah kemampuan instruktur untuk berinteraksi dan juga berhasil mengelola dengan peserta didik, sesama guru, tenaga kependidikan dan pembelajaran, ibu dan ayah / wali siswa, dan lingkungan yang berbatasan. Keahlian ini memiliki subkompetensi dengan mematuhi indikasi penting:

Memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan berinteraksi secara efektif dengan siswa memiliki indikator penting: berkomunikasi secara efektif dengan siswa.
Memiliki kemampuan untuk terhubung dan bergaul secara efisien dengan sesama pendidik serta karyawan pendidikan.
Dapat terhubung dan berhasil dengan ibu dan ayah / wali peserta didik dan komunitas yang berbatasan.

4) Kompetensi Profesional

Kemahiran ahli adalah penguasaan produk-produk pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup kemampuan topik-topik kurikulum di sekolah-sekolah serta senyawa-senyawa klinis yang menutupi materi, serta kemampuan kerangka dan metode sains. Setiap subkompetensi memiliki kepatuhan dengan indikator penting:

Menguasai materi ilmiah yang terkait dengan bidang memiliki tanda krusial: memahami materi pelatihan yang ada dalam kurikulum lembaga; memahami kerangka kerja, konsep dan juga pendekatan beasiswa yang dilindungi atau sistematis dengan produk pengajaran; mengakui hubungan teoritis di antara subyek yang relevan; dan juga menerapkan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari.
Menggenggam kerangka dan juga teknik penelitian ilmiah memiliki tanda-tanda vital memahami tindakan studi dan juga studi penelitian penting untuk menumbuhkan keahlian / topik penelitian penelitian.
Keempat keahlian yang dibahas di atas adalah alternatif dan integratif dalam efisiensi guru. Oleh karena itu, seluruh jumlah kompetensi instruktur termasuk (a) pengenalan siswa rinci; (b) kemahiran baik materi disiplin maupun produk mentor dalam kurikulum sekolah; (c) penetapan pembelajaran instruksional yang meliputi perencanaan serta pelaksanaan pemahaman, evaluasi proses dan hasil belajar, dan tindak lanjut untuk peningkatan serta pengayaan; dan (d) pertumbuhan kepribadian yang berkelanjutan dan juga profesionalisme dan reliabilitas.